Terlambatku menyusuri jalan ini..
Tersesat di saat kau menjauh..
Terlambatku mengartikan cintamu..
Kusadari setelah kau pergi…
Berat hati menerima kehilanganmu..
Tegarkan aku saat kau memilih dirinya
Pergi cinta lupakanlah aku cinta..
Ku relakan dia..ada dipelukmu..
Pergi cinta..hapus bayanganku..cinta..
bahagiakan dia..cinta..
Sampai akhir waktu…
Engkau bersamanya..
terlambatku memenangkan hatimu..
setelah kau menyerah padaku..
ku tak tau sampai kini kau berlalu..
tersadari dirimu selalu di hatiku..
berat hati menerima kekalahanku..
tegarkan aku kini kau menjadi miliknya..
Senin, 26 April 2010
Jumat, 23 April 2010
Andai saja
saat pertama di tinggal olehmu
hati ini tak bisa terima
lama-lama aku terbiasa
hingga ku lupa denganmu
waktu itu aku terluka
tak bisa hidup dengan bahagia
dengan terus berjalannya waktu
punah sudah sakit dihatiku
andai saja waktu itu aku buta
mungkin detik ini ku masih
masih sedih memikirkan
dirimu yang tinggalkanku
waktu itu sungguh ku terluka
tak bisa hidup dengan bahagia
aku kini sudah bisa melupakanmu
hilang semua cinta rindu
yang dulu hanya untuk dirimu
selamat tinggal kisah lamaku
pergilah jangan kembali
dulu setiap mimpiku hanya kamu
namun cinta berbicara berbeda
dulu hati ini tak bisa terima
andai saja waktu itu aku buta
mungkin detik ini ku masih
masih tak bisa
tak bisa terima kehilanganmu
kehilanganmu
terima kasih buat waktu yg terbuang percuma
hati ini tak bisa terima
lama-lama aku terbiasa
hingga ku lupa denganmu
waktu itu aku terluka
tak bisa hidup dengan bahagia
dengan terus berjalannya waktu
punah sudah sakit dihatiku
andai saja waktu itu aku buta
mungkin detik ini ku masih
masih sedih memikirkan
dirimu yang tinggalkanku
waktu itu sungguh ku terluka
tak bisa hidup dengan bahagia
aku kini sudah bisa melupakanmu
hilang semua cinta rindu
yang dulu hanya untuk dirimu
selamat tinggal kisah lamaku
pergilah jangan kembali
dulu setiap mimpiku hanya kamu
namun cinta berbicara berbeda
dulu hati ini tak bisa terima
andai saja waktu itu aku buta
mungkin detik ini ku masih
masih tak bisa
tak bisa terima kehilanganmu
kehilanganmu
terima kasih buat waktu yg terbuang percuma
Rabu, 21 April 2010
Untitle
Izinkan ku
Ada di hatimu
Menanam cinta
Sepenuh hati...
Izinkan ku
Menemanimu
Memberi cinta
Sejuta kasih...
Tak kan salah
Kau memilihku
Karena ku yakin
Aku yg t'baik untuk mu...
Memang aku tak pandai merangkai kata
Tapi biarlah ini sekedar ungkapan cinta
Karena cinta,rangkaian kata ini ada...
Ada di hatimu
Menanam cinta
Sepenuh hati...
Izinkan ku
Menemanimu
Memberi cinta
Sejuta kasih...
Tak kan salah
Kau memilihku
Karena ku yakin
Aku yg t'baik untuk mu...
Memang aku tak pandai merangkai kata
Tapi biarlah ini sekedar ungkapan cinta
Karena cinta,rangkaian kata ini ada...
Rindu
Aku rindu ketika aku melihatnya
Aku rindu saat aku mendengar suaranya
Dan aku pun rindu saat dia tak disamping ku
Dan tak bisa temani ku dalam malam ku sendiri
Ada yang indah dari senyum mu
Ada hati yang selalu mengikuti mu
Saat hari itu kau tak pernah tau bertapa hati ku rindu saat melihat mu
Ku perlihatkan semua rasa ku
Dan ku ingin kau tau tentang hati ku
Tiap malam aku selalu menunggu
Tiap hari aku pun ingat diri mu
Saat kau tlah buat aku tak bisa
Lupakan semua tentang mu
Aku rindu saat aku mendengar suaranya
Dan aku pun rindu saat dia tak disamping ku
Dan tak bisa temani ku dalam malam ku sendiri
Ada yang indah dari senyum mu
Ada hati yang selalu mengikuti mu
Saat hari itu kau tak pernah tau bertapa hati ku rindu saat melihat mu
Ku perlihatkan semua rasa ku
Dan ku ingin kau tau tentang hati ku
Tiap malam aku selalu menunggu
Tiap hari aku pun ingat diri mu
Saat kau tlah buat aku tak bisa
Lupakan semua tentang mu
Orang ketiga
Orang ketiga??
Apa yang dipikirkan oleh para wanita dan pria yang telah menjadi perusak hubungan orang lain??
Mereka rela merebut hati idamannya demi mendapatkannya. Entah apa tujuannya, yang jelas, mereka sangat tidak menghargai orang lain. Mereka tidak memikirkan perasaan lain yang terluka, mereka tidak tahu bahwa ada hati yang tersakiti dan menangis bahkan mereka tidak mau mengerti bagaimana rasanya kehilangan orang yang disayang.
Mereka bersenang-senang diatas penderitaan orang lain.
Mereka bagai orang yang tak mempunyai hati nurani, orang-orang yang tak punya rasa untuk merasakan apa yang orang lain rasakan.
Ingat dan yakinlah bahwa semua perbuatan itu pasti ada akibat dan karma yang berlaku..
Apa yang dipikirkan oleh para wanita dan pria yang telah menjadi perusak hubungan orang lain??
Mereka rela merebut hati idamannya demi mendapatkannya. Entah apa tujuannya, yang jelas, mereka sangat tidak menghargai orang lain. Mereka tidak memikirkan perasaan lain yang terluka, mereka tidak tahu bahwa ada hati yang tersakiti dan menangis bahkan mereka tidak mau mengerti bagaimana rasanya kehilangan orang yang disayang.
Mereka bersenang-senang diatas penderitaan orang lain.
Mereka bagai orang yang tak mempunyai hati nurani, orang-orang yang tak punya rasa untuk merasakan apa yang orang lain rasakan.
Ingat dan yakinlah bahwa semua perbuatan itu pasti ada akibat dan karma yang berlaku..
9 Naga
9 naga adalah salah satu film terbaik yang dimilki Indonesia pada pertengahan tahun 2002. Beragam penghargaan diraih oleh film ini. Jalan ceritanya yang ringan dan bercerita kehidupan sehari-sehari membuat film ini mempunyai daya jual yang tinggi.
Ceritanya berawal dari persahabatan 3 orang manusia yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran demi menghidupi keluarganya. Memang profesi ini bukanlah profesi yang mudah, banyak resiko yang harus ditanggung.
Di lain sisi kehidupannya, ketiga pembunuh bayaran ini mempunyai masalah hidup dengan keluarganya. Keluarga mereka tidak setuju jika mereka menjadi pembunuh bayaran, bahkan dihati kecil mereka pun sebenarnya mereka tidak ingin menjalani profesi tersebut, tapi lagi-lagi karena factor ekonomi dan kebutuhan maka mereka rela menjadi pembunuh bayaran.
Dibalik jiwa dan raganya yang kuat, mereka mempunyai hati yang tulus. Mereka bertahan hidup untuk menafkahi keluarga kecil mereka masing.-masing. Contohnya ketika salah satu dari mereka yang istrinya akan melahirkan namun ia tidak mempunyai biaya persalinan, maka mereka rela membunuh orang-orang yang mereka tidak kenal demi dibayar oleh seseorang.
Masih banyak lagi cerita-cerita yang penuh inspirasi di film ini. Dimana ktulusan, kerja keras, kekeluargaan, pengorbanan, dan tanggung jawab menjadi benang merah di film ini. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari film ini ..
Ceritanya berawal dari persahabatan 3 orang manusia yang berprofesi sebagai pembunuh bayaran demi menghidupi keluarganya. Memang profesi ini bukanlah profesi yang mudah, banyak resiko yang harus ditanggung.
Di lain sisi kehidupannya, ketiga pembunuh bayaran ini mempunyai masalah hidup dengan keluarganya. Keluarga mereka tidak setuju jika mereka menjadi pembunuh bayaran, bahkan dihati kecil mereka pun sebenarnya mereka tidak ingin menjalani profesi tersebut, tapi lagi-lagi karena factor ekonomi dan kebutuhan maka mereka rela menjadi pembunuh bayaran.
Dibalik jiwa dan raganya yang kuat, mereka mempunyai hati yang tulus. Mereka bertahan hidup untuk menafkahi keluarga kecil mereka masing.-masing. Contohnya ketika salah satu dari mereka yang istrinya akan melahirkan namun ia tidak mempunyai biaya persalinan, maka mereka rela membunuh orang-orang yang mereka tidak kenal demi dibayar oleh seseorang.
Masih banyak lagi cerita-cerita yang penuh inspirasi di film ini. Dimana ktulusan, kerja keras, kekeluargaan, pengorbanan, dan tanggung jawab menjadi benang merah di film ini. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari film ini ..
Senin, 05 April 2010
Penggunaan Metode Ilmiah Dalam Penulisan Ilmiah
A. Pengertian Metode Ilmiah
Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan berdasarkan bukti fisisnyang ada dan sangat jelas. Cara untuk memperoleh pengetahuan atau kebenaran pada metode ilmiah haruslah diatur oleh pertimbangan-pertimbangan yang logis (McCleary, 1998). Ilmu pengetahuan seringkali berhubungan dengan fakta, maka cara mendapatkannya, jawaban-jawaban dari semua pertanyaan yang ada pun harus secara sistematis berdasarkan fakta-fakta yang ada. Hubungan antara penelitian dan metode ilmiah adalah sangat erat atau bahkan tak terpisahkan satu dengan lainnya. Intinya bahwa metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Dengan adanya metode ilmiah ini pertanyaan-pertanyaan dasar dalam mencari kebenaran seperti apakah yang dimaksud, apakah benar demikian, mengapa begini/begitu, seberapa jauh, bagaimana hal tersebut terjadi dan sebagainya, akan lebih mudah terjawab.
B. Kriteria Metode Ilmiah
1. Berdasarkan Fakta
Semua keterangan dan penjelasan yang ingin diperoleh dalam penelitian untuk keperluan analisis haruslah berdasarkan data-data di lapangan yang orisinil atau asli serta fakta-fakta yang nyata. Tidak diperkenankan sama sekali keterangan dan penjelasan yang didapat adalah berdasarkan perkiraan, mitos, kemungkinan-kemungkinan dan sebagainya. Bila hal ini dilakukan maka hasilnya tentunya bukan lagi sebuah kebenaran ilmiah, dan tentu saja cara yang seperti ini juga bukan merupakan suatu cara yang dapat disebut dengan metode ilmiah.
2. Tidak ada prasangka
Cara yang ditempuh untuk mencari kebenaran atau pengetahuan harus bersifat bebas dari adanya prasangka di dalamnya. Semua pertimbangan harus dilakukan dengan pikiran jernih tanpa ada pertimbangan yang subyektif. Pembuktian dan pengambilan kesimpulan harus didasarkan pada fakta dan penjelasan atau bukti yang nyata dan objektif. Apabila hasil dari suatu penelitian, misalnya, menunjukan bahwa ada ketidak sesuaian dengan hipotesis, maka kesimpulan yang diambil haruslah merujuk kepada hasil tersebut, meskipun katakanlah, hal tersebut tidak disukai oleh pihak pemberi dana.
3. Terdapat analisis
Semua data dan fakta yang telah diperoleh harus diberi penjelasan yang kuat dan memedai, tidak cukup hanya diberikan deskripsi atau gambaran singkat saja, agar mudah dipahami dan member manfaat atau makna serta berkontribusi terhadap pengembangan pengetahuan. Semua data, fakta atau fenomena harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya menggunakan analisis yang logis, padat, cermat dan tajam. Sebagai contoh apabila ada seorang peneliti yang melakukan penelitian dengan membandingkan kemampuan suatu bakteri dalam menghidrolisis suatu senyawa pada lingkungan dengan suhu berbeda, dan didapatkan pada suhu lebih tinggi kemampuannya lebih optimal, maka tidak cukup bagi peneliti tersebut apabila hanya menampilkan suatu grafik yang menunjukan bahwa pada suhu tinggi hasil reaksi hidrolisis lebih banyak. Sebagai penelitian yang harus memenuhi criteria metode ilmiah, maka peneliti tersebut harus menganalisis fenomena tersebut dengan tajam.
4. Terdapat hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang akan diteliti. Dengan adanya hipotesis ini peneliti dituntut dalam proses berpikir secara analisis. Semua yang akan dilakukan menggunakan tuntuunan hipotesis tersebut. Tidak berarti dan tidak selalu bahwa hipotesis selalu benar dan sesuai dengan data fakta di akhir penelitian nanntinya. Namun justru dengan itulah peneliti mempunyai panduan agar sampai kea rah sasaran dan tujuan yang tepat.
5. Objektif
Seorang peneliti harus selalu bersikap objektif dalam mencari kebenaran. Semua data dan fakta yang tersaji harus disajikan dan dianalisis secara objektif. Pertimbangan dan penarikan kesimpulan harus menggunakan pikiran yang jernih dan tidak berdasarkan perasaan.
6. Menggunakan teknik kuantitatifikasi
Dalam perlakuan terhadap data yang diperoleh terutama angka-angka dari suatu harga yang mempunyai besaran tertentu harus mempergunakan ukuran-ukuran kuantitatif yang telah lazim, seperti misalnya derajat Celcius untuk ukuran atau satuan temperature. Dalam laporan atau penulisan ukuaran atau satuan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan singkatan yang telah lazim, misalnya kg untuk kilogram dan sebagainya. Ukuran-ukuran yang tidak terkuantifikasi harus dihindari, seperti misalnya, sejauh mata memandang untuk ukuran jarak dan sebagainya.
C. Kerangka Metode Ilmiah
Metode ilmiah diawali dengan proses deduksi, yaitu pengambilan konsep atau sesuatu yang lain berdasarkan pengalaman atau teori yang bersifat umum. Tentu saja untuk memperdalam dan mempertegas hal ini harus diperkuat dengan studi pustaka. Dari teori atau konsep dan fenomena serta keadaan yang ada itulah kemudian baru dirumuskan permasalahan apa yang akan diteliti. Perumusan atau penetapan masalah ini diperlukan agar tidak terdapat keraguan pada saat melakukan penelitian dan juga untuk membatasi sampai sejauh mana suatu penelitian akan dilakukan.
Apabila hal ini sudah dilalui, maka tahap berikutnya adalah penyusunan hipotesis yang tak lain adalah jawaban atau kesimpulan sementara tentang hubungan dan sangkut paut antar variable atau fenomena dalam suatu penelitian. Tentunya jawaban sementara ini harus mempunyai dasar atau landasan yang kuat dan logis. Pada tahapan ini juga harus ditentukan cara-cara untuk menguji hipotesis tersebut. Cara-cara ini sangat bergantung pada disiplin ilmu peneliti dan penelitian yang dilakukan.
Selanjutnya tahap yang sangat krusial adalah verifikasi atau pembuktian hipotesis itu sendiri. Pada tahap ini yang diperlukan adalah data, dan ini dapat diperoleh dari berbagai sumber dan cara teknik sesuai denganmetode yang telah ditetapkan sebelumnya. Apabila penelitiannya merupakan penelitian yang berbasis eksperimen, seperti yang biasa dilakukan di bidang sains dan teknik, maka data yang diperoleh tentunya adalah data-data hasil percobaan yang telah diatur metodenya. Apabila penelitian berdasarkan survey, tentunya data yang diperoleh merupakan hasil survey dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dilakukan langsung terhadap responden baik secara langsung ataupun kuisoner. Data-data yang telah terkumpul ini selanjutnya dianalisis dan diintepretasikan menggunakan cara-cara yang sesuai. Analisi dan intepretasi ini harus dengan penjelasan yang logis dan konseptual.
Setelah analisis dan tafsiran diberikan, maka selanjutnya dilakukan tahapan induksi yaitu generalisasi dari temuan-temuan yang ada, dan berikutnya disusunlah beberapa kesimpulan. Kesimpulan dan generalisasi ini harus ada kaitannya dengan hipotesis, artinya bahwa kesimpulan ini menjawab semua rumusan masalah dan membuktikan apakah hipotesis yang telah dirumuskan benr atau harus ditolak.
Demikianlah kerangka metode ilmiah yang lazim dilakukan. Satu tahapan setelahnya yang tidak kalah penting adalah penyajian laporan ilmiah melalui berbagai jenis laporan ilmiah yang dapat dilakukan.
Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan berdasarkan bukti fisisnyang ada dan sangat jelas. Cara untuk memperoleh pengetahuan atau kebenaran pada metode ilmiah haruslah diatur oleh pertimbangan-pertimbangan yang logis (McCleary, 1998). Ilmu pengetahuan seringkali berhubungan dengan fakta, maka cara mendapatkannya, jawaban-jawaban dari semua pertanyaan yang ada pun harus secara sistematis berdasarkan fakta-fakta yang ada. Hubungan antara penelitian dan metode ilmiah adalah sangat erat atau bahkan tak terpisahkan satu dengan lainnya. Intinya bahwa metode ilmiah adalah cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan kebenaran. Dengan adanya metode ilmiah ini pertanyaan-pertanyaan dasar dalam mencari kebenaran seperti apakah yang dimaksud, apakah benar demikian, mengapa begini/begitu, seberapa jauh, bagaimana hal tersebut terjadi dan sebagainya, akan lebih mudah terjawab.
B. Kriteria Metode Ilmiah
1. Berdasarkan Fakta
Semua keterangan dan penjelasan yang ingin diperoleh dalam penelitian untuk keperluan analisis haruslah berdasarkan data-data di lapangan yang orisinil atau asli serta fakta-fakta yang nyata. Tidak diperkenankan sama sekali keterangan dan penjelasan yang didapat adalah berdasarkan perkiraan, mitos, kemungkinan-kemungkinan dan sebagainya. Bila hal ini dilakukan maka hasilnya tentunya bukan lagi sebuah kebenaran ilmiah, dan tentu saja cara yang seperti ini juga bukan merupakan suatu cara yang dapat disebut dengan metode ilmiah.
2. Tidak ada prasangka
Cara yang ditempuh untuk mencari kebenaran atau pengetahuan harus bersifat bebas dari adanya prasangka di dalamnya. Semua pertimbangan harus dilakukan dengan pikiran jernih tanpa ada pertimbangan yang subyektif. Pembuktian dan pengambilan kesimpulan harus didasarkan pada fakta dan penjelasan atau bukti yang nyata dan objektif. Apabila hasil dari suatu penelitian, misalnya, menunjukan bahwa ada ketidak sesuaian dengan hipotesis, maka kesimpulan yang diambil haruslah merujuk kepada hasil tersebut, meskipun katakanlah, hal tersebut tidak disukai oleh pihak pemberi dana.
3. Terdapat analisis
Semua data dan fakta yang telah diperoleh harus diberi penjelasan yang kuat dan memedai, tidak cukup hanya diberikan deskripsi atau gambaran singkat saja, agar mudah dipahami dan member manfaat atau makna serta berkontribusi terhadap pengembangan pengetahuan. Semua data, fakta atau fenomena harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya menggunakan analisis yang logis, padat, cermat dan tajam. Sebagai contoh apabila ada seorang peneliti yang melakukan penelitian dengan membandingkan kemampuan suatu bakteri dalam menghidrolisis suatu senyawa pada lingkungan dengan suhu berbeda, dan didapatkan pada suhu lebih tinggi kemampuannya lebih optimal, maka tidak cukup bagi peneliti tersebut apabila hanya menampilkan suatu grafik yang menunjukan bahwa pada suhu tinggi hasil reaksi hidrolisis lebih banyak. Sebagai penelitian yang harus memenuhi criteria metode ilmiah, maka peneliti tersebut harus menganalisis fenomena tersebut dengan tajam.
4. Terdapat hipotesis
Hipotesis merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang akan diteliti. Dengan adanya hipotesis ini peneliti dituntut dalam proses berpikir secara analisis. Semua yang akan dilakukan menggunakan tuntuunan hipotesis tersebut. Tidak berarti dan tidak selalu bahwa hipotesis selalu benar dan sesuai dengan data fakta di akhir penelitian nanntinya. Namun justru dengan itulah peneliti mempunyai panduan agar sampai kea rah sasaran dan tujuan yang tepat.
5. Objektif
Seorang peneliti harus selalu bersikap objektif dalam mencari kebenaran. Semua data dan fakta yang tersaji harus disajikan dan dianalisis secara objektif. Pertimbangan dan penarikan kesimpulan harus menggunakan pikiran yang jernih dan tidak berdasarkan perasaan.
6. Menggunakan teknik kuantitatifikasi
Dalam perlakuan terhadap data yang diperoleh terutama angka-angka dari suatu harga yang mempunyai besaran tertentu harus mempergunakan ukuran-ukuran kuantitatif yang telah lazim, seperti misalnya derajat Celcius untuk ukuran atau satuan temperature. Dalam laporan atau penulisan ukuaran atau satuan tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan singkatan yang telah lazim, misalnya kg untuk kilogram dan sebagainya. Ukuran-ukuran yang tidak terkuantifikasi harus dihindari, seperti misalnya, sejauh mata memandang untuk ukuran jarak dan sebagainya.
C. Kerangka Metode Ilmiah
Metode ilmiah diawali dengan proses deduksi, yaitu pengambilan konsep atau sesuatu yang lain berdasarkan pengalaman atau teori yang bersifat umum. Tentu saja untuk memperdalam dan mempertegas hal ini harus diperkuat dengan studi pustaka. Dari teori atau konsep dan fenomena serta keadaan yang ada itulah kemudian baru dirumuskan permasalahan apa yang akan diteliti. Perumusan atau penetapan masalah ini diperlukan agar tidak terdapat keraguan pada saat melakukan penelitian dan juga untuk membatasi sampai sejauh mana suatu penelitian akan dilakukan.
Apabila hal ini sudah dilalui, maka tahap berikutnya adalah penyusunan hipotesis yang tak lain adalah jawaban atau kesimpulan sementara tentang hubungan dan sangkut paut antar variable atau fenomena dalam suatu penelitian. Tentunya jawaban sementara ini harus mempunyai dasar atau landasan yang kuat dan logis. Pada tahapan ini juga harus ditentukan cara-cara untuk menguji hipotesis tersebut. Cara-cara ini sangat bergantung pada disiplin ilmu peneliti dan penelitian yang dilakukan.
Selanjutnya tahap yang sangat krusial adalah verifikasi atau pembuktian hipotesis itu sendiri. Pada tahap ini yang diperlukan adalah data, dan ini dapat diperoleh dari berbagai sumber dan cara teknik sesuai denganmetode yang telah ditetapkan sebelumnya. Apabila penelitiannya merupakan penelitian yang berbasis eksperimen, seperti yang biasa dilakukan di bidang sains dan teknik, maka data yang diperoleh tentunya adalah data-data hasil percobaan yang telah diatur metodenya. Apabila penelitian berdasarkan survey, tentunya data yang diperoleh merupakan hasil survey dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dilakukan langsung terhadap responden baik secara langsung ataupun kuisoner. Data-data yang telah terkumpul ini selanjutnya dianalisis dan diintepretasikan menggunakan cara-cara yang sesuai. Analisi dan intepretasi ini harus dengan penjelasan yang logis dan konseptual.
Setelah analisis dan tafsiran diberikan, maka selanjutnya dilakukan tahapan induksi yaitu generalisasi dari temuan-temuan yang ada, dan berikutnya disusunlah beberapa kesimpulan. Kesimpulan dan generalisasi ini harus ada kaitannya dengan hipotesis, artinya bahwa kesimpulan ini menjawab semua rumusan masalah dan membuktikan apakah hipotesis yang telah dirumuskan benr atau harus ditolak.
Demikianlah kerangka metode ilmiah yang lazim dilakukan. Satu tahapan setelahnya yang tidak kalah penting adalah penyajian laporan ilmiah melalui berbagai jenis laporan ilmiah yang dapat dilakukan.
Langganan:
Postingan (Atom)